Sulap Limbah Tahu dan Kotoran Manusia Jadi Sumber Energi
Rabu, 23 Maret 2011 19:25:29 - oleh : redaksi - views 3004

Banjarbaru Kalsel (Mitra News) Gas Methan yang dihasilkan oleh limbah tahu dan kotoran manusia dapat dijadikan sumber energi alternatif. Pemilihan kedua limbah tersebut sebagai salah satu bagian pemanfaatan energi alternatif. Hal itu untuk menyikapi bakal habisnya energi yang berasal sumber daya alam (SDA) seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam yang dijadikan sumber utama bahan baku energi.
Karena itu, kemarin (22/03/11), Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) meresmikan dua (2) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tahu di Tahu di Mentaos, Banjarbaru dan IPAL kotoran manusia di Lapas Teluk Dalam Kelas II A di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
"Ini (pemanfaatan) harus dipikirkan dari sekarang. Karena energi yang berasal dari sumber daya alam akan habis, " buka Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti M Hatta, saat pmeresmikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Tahu di Mentaos, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, (21/03/11).
Dilanjutkan Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat itu, pemanfaatan gas metan yang dihasilkan dari pengolahan industri tahu adalah salah satu contohnya. Untuk kapasitas produksi tahu 2100 KG per hari maka biogas yang dihasilkan 63 meter kubik per hari.  Sedangkan kebutuhan energi untuk satu (1) kepala keluarga (KK) adalah dua (2) M3. Dengan demikian potensi yang bisa dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk 32 KK. "Apabila dihitung penghematan terhadap minyak tanah maka satu (1) meter kubik biogas setara dengan 0.62 meterkubik liter maka penghematan minyak tanah dengan adanya biogas adalah 39 liter per hari. Ini penghematan cukup signifikan"
Tidak sampai di situ saja kata mantan Purek Satu (1) UNLAM, emisi karbondiokasida yang direduksi per hari sebesar 1438.5 KG. Untuk Gas Methan sebesar 57.54 KG per hari. Dengan terserapnya emisi yang dihasilkan dari limbah tahu maka efisiensi IPAL terhadap penurunan beban pencemaran sebesar 90 persen.
"Dengan pemanfaatan emisi yang dihasilkan dari industri pengeloaan tahu maka sudah mengurangi efek gas rumah kaca. Kan sayang gas metan jika tidak dimanfaatkan"
Cara pengolahan limbah tahu yang menghasilkan Gas Methan itu yakni dengan dialirkan ke dalam sebuah bungker. Dalam bungker tersebut kedua limbah tersebut difermentasi melalui proses kimiawi. Setelah berubah menjadi gas kemudian dialirkan melalui pipa-pipa.
Sedangkan cara pengolahan limbah kotoran manusia menjadi sumber energi gas melalui beberapa tahapan. Pertama, kotoran-kotoran manusia dari pemukman di tampung dalam tangki-tangki penampungan. Kotoran itu kemudian diolah dalam ‘anaerobic disgesters’ yang kemudian mengubahnya menjadi Gas Methan.
Pemanfaatan gas metan yang dihasilkan dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari. Seperti memasak, penerangan, dan lainnya. Di Lapas Lapas Teluk Dalam bahkan diadakan uji coba dengan memasak makanan dengan menggunakan kompor gas yang sudah dialiri gas yang sudah dirubah terlebih dahulu.
Peringatan Hari Air Sedunia
Pada kesempatan yang sama, Gusti M Hatta mengaku miris dengan tingkat pencemaran yang tinggi di Sungai Martapura, Kalimantan Selatan. Sewaktu dia masih kecil, dasar sungai tersebut masih ia bisa lihat dengan mata telanjang. Karena itu ia bisa mandi di sungai tersebut. Bahkan, airnya pun bisa digunakan untuk sikat gigi.
“Tapi itu cerita dulu. Kini sungai (Martapura) sudah berbeda,” kata Gusti M Hatta saat meresmikan Instalisasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Lapas Teluk Dalam II A, Banjarmasin, Kalimantan Selatan,  (21/03/11)
Persoalan air, menurut Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat sangat komplek. Bisa karena alam bisa pula karena ulah manusia. Sebagai contoh, perilaku manusia dalam menggunakan air yang tidak bijak. “Yang seharusnya dapat menggunakan satu ember, ini ternyata menggunakan tiga ember.”
Di Jakarta, lanjutnya, sebagai contoh lainnya. Kualitas air di Provinsi Negara itu sudah menurun dratis. Itu dikarenakan adanya eksplorasi dan ekploitasi berupa penyedotan air tanah yang berlebihan. Akibatnya, air tanah menjadi kurang dan dimasuki air laut. Karena itu, tidak heran apabila, air tanah di Jakarta terasa payau. “Padahal di Jakarta sudah ada peraturan daerah tentang larangan penyedotan air tanah. Hal ini disebabkan pengawasan perda tersebut masih rendah.”
Karena itu, perlu upaya yang komprehensif untuk menanggulangi ketersedian air. Pertama, melakukan penghematan. Kedua, penanaman pohon-pohon di bagian hulu. Tujuannya, apabila hujan turun, maka air hujannya dapat diserap dan masuk ke tanah. “Dengan banyaknya air hujan di tanah dan air tersebut masuk maka akan terjadi pemurnian secara alami terhadap sungai-sungai yang kotor”.
Ketiga, diperlukan inovasi untuk manajemen air. Sebagai contoh, diciptakannya pengolahan air limbah hasil industri perhotelan. Dengan begitu, air limbah hotel tidak mengotori air tanah disekitarnya. Keempat, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) harus melakukan perbaikan atau perawan pipa-pipa yang bocor. “PDAM sering bocor, ini sayang. Harus ada pemeriksaan intensif.”
Gusti M Hatta juga mengatakan, pada peringatan Hari Air Sedunia (HAS) 2011, mengusung tema  “Water for Cities, Responding to The Urban Challenge“. Tema ini jika dialihbahasakan dalam tema hari air tingkat nasional menjadi “Air Perkotaan dan Tantangannya”.
Hari Air Sedunia atau World Water Day dan sering pula disebut sebagai World Day for Water diperingati setiap tanggal 22 Maret. Hari Air Sedunia merupakan hari perayaan yang ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat sedunia (internasional) akan pentingnya air bagi kehidupan serta untuk melindungi pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.(Har)


Kirim ke Teman  Cetak Bookmark and Share

Berita "BERITA AKTUAL" Lainnya

Pencarian Mitranews

Loading
Kemandirian Syarat Mutlak Kemajuan Bangsa
2014-09-15 23:21:44 - Mitranews.com
Jakarta (Mitra News) Kemandirian ...
RUU Pilkada Kemunduran atau Kemajuan
2014-09-15 10:56:03 - Mitranews.com
Ada celoteh dan argumentasi terka...
4 Kriteria Kabinet Jokowi Versi KAS
2014-09-13 15:57:40 - Mitranews.com
Jakarta (Mitra News) Komunitas Ak...
FAM AK Duga Awang Akan Alihkan Aset
2014-09-13 15:39:40 - Mitranews.com
Jakarta (Mitra News) Front Aksi M...
Kedaulatan Rakyat Versi Founding Father
2014-09-09 08:48:17 - Mitranews.com
Hari ini sedikit ada distorsi ten...

Statistik Situs

Visitors : 1896856 Org
Hits : 4305803 Hits
Month : 5266 Users
Today : 273 Users
Online : 11 Users

Video Bulan Ini

Google Adsense